SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI BLOG TAKIYA AZKAH

Kamis, 29 Maret 2012

KEMATIAN NEONATAL


            
Definisi Kematian Neonatal
Kematian adalah akhir kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis.
Kematian neonatal adalah kematian bayi yang berumur 0 sampai 28 hari.


Tinggi rendahnya NMR (Neonatal Mortality Rate) dapat digunakan untuk mengetahui :
a.       Tinggi rendahnya usaha post natal
b.      Program imunisasi
c.       Pertolongan persalinan
d.      Penyakit infeksi, terutama saluran napas bagian atas.
           Klasifikasi Kematian Neonatal
Kematian neonatal terdiri dari sebagai berikut :
a.       Kematian neonatal dini
Yaitu kematian seorang bayi yang dilahirkan hidup dalam waktu 7 hari setelah lahir.
b.      Kematian neonatal lanjut
Yaitu kematian  seorang bayi yang dilahirkan hidup setelah 7 hari,  atau sebelum 29 hari
           Etiologi Kematian Neonatal
Penyebab kematian janin dikategorikan sebagai berikut :
a.       Kuasa janin yaitu : anomali kongenital, infeksi (korioamnionitis, sepsis janin atau intrauterus, sifilis kongenital, sitomegalovirus, parvovirus big, rubella, varisela, listeriosis), malnutrisi, hidropsnonimun, isoimunisasi anti-D, anomali struktural (cacat neural-tube), hidrops, hidrosefalus terisolasi dan penyakit jantung kongenital kompleks.
b.      Kuasa plasenta yaitu masalah di plasenta (degenerasi trofoblastik fibrinoid, kalsifikasi dan infark istemik akibat oklusi arteri spiralis). Masalah di membran plasenta (korioamnionitis ditandai dengan infiltrasi korion oleh leukosit polimorfonukleus dan mononukleus).
c.       Kuasa ibu yaitu : penyakit ibu meliputi gangguan hipertensif dan diabetes, antikoagulanlupus dan antibodi antikardiolipin dengan vaskulopati desidua, infark plasenta, hambatan pertumbuhan janin, abortus rekuren, trombofilia herediter, solusio plasenta.
Kematian neonatal dapat disebabkan oleh   2 faktor yaitu :
a.       Faktor ibu yaitu masa kehamilan, meliputi : antenatal care, infeksi ibu hamil (rubella, sifilis, gonorhoe, malaria), gizi ibu hamil, karakteristik ibu hamil (umur, paritas, jarak kehamilan).
b.      Faktor janin yaitu umur 0-7 hari, meliputi : BBLR, Asfiksia serta umur     8-28 hari, meliputi : Pneumonia

        Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian neonatal adalah : pendidikan ibu, pendapatan keluarga, pemeriksaan kehamilan, ukuran LILA ibu, Hb ibu, maturitas janin, berat badan bayi lahir
          Kematian neonatus yang terbanyak, adalah : Berat badan lahir rendah, cedera susunan saraf pusat akibat hipoksia in utero dan cedera traumatik selama persalinan dan kelahiran, malformasi congenital.
        Sebelum dan selama kelahiran, faktor-faktor yang berpotensi mempengaruhi kesejahteraan  neonatus antara lain :
a.       Bayi di infeksikan untuk melihat ada tidaknya kelainan
b.      Mengamati pernafasan dengan cermat dan memeriksa denyut jantung. Denyut jantung 100 kali permenit atau lebih yang teraba dengan jelas di anggap normal, kemudian di terapkan pada skor APGAR 1 menit dan 5 menit setelah lahir.
c.       Melakukan pemeriksaan asam basa darah tali pusat.
Darah yang diambil dari pembuluh umbilikus digunakan dalam pemeriksaan asam basa untuk mengetahui status metabolik janin, oksigenasi dan PH janin umumnya menurun selama persalinan normal. PH darah dan nilai gas darah arteri umbilikalis normal pada bayi aterm atau prematur (BBLR).

           Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian neonatal berdasarkan penyebab langsung dan   
           penyebab tidak langsung
A.         Penyebab langsung kematian neonatal
a.       Infeksi
Infeksi adalah terkena hama, kemasukan bibit penyakit, atau peradangan, serta pengembangan parasit dalam tubuh.
Beberapa tanda dan gejala infeksi yaitu : Malas minum, gelisah, frekuensi pernapasan meningkat, berat badan tiba-tiba turun, pergerakan kurang, diare, selain itu  dapat terjadi edema, purpura, ikterus, hepatospleno megalia dan kejang, serta pada bayi BBLR seringkali terjadi hipotermia dan sklerema.
Infeksi pada neonatus dibagi dalam dua golongan besar :
1)    Infeksi berat meliputi, sifilis kongenital, sepsis neonaturum, meningitis, pneumonia kongenital, pneumonia aspirasi, pneumonia karena airborn infection, pneumonia stafilokokkus, diarea epidemik, pielonefritis, osteitis akuta, tetanus neonaturum
2)      Infeksi ringan meliputi : pemfigus neonaturum, oftalmia neonaturum, infeksi pusat, moniliasis.

Infeksi pada neonatus di negeri kita masih merupakan masalah gawat. Di Jakarta, khususnya di rumah sakit Dr.Cipto Mangunkusumo, infeksi merupakan 10 sampai 15% dari morbiditas perinatal. Infeksi pada neonatus lebih sering ditemukan pada bayi berat lahir rendah. 
b.      Asfiksia
Asfiksia adalah perubahan patologis yang disebabkan oleh kekurangan oksigen dalam udara pernapasan yang mengakibatkan hipoksia dan hiperkapnia.
Asfiksia berarti hipoksia yang progresif akibat penimbunan CO2 dan asidosis. Bila proses ini berlangsung terlalu jauh maka dapat mengakibatkan kerusakan pada otak dan kematian. Asfiksia juga bisa mempengaruhi fungsi organ fital lainnya.
Tanda dan gejala asfiksia adalah : pernapasan cuping hidung, pernapasan cepat, nadi cepat, nilai APGAR kurang dari 6.
Penyebab Asfiksia adalah: kurangnya oksigenisasi sel, retensi karbon dioksidasi yang berlebihan dan asidosis metabolik
Untuk menentukan tingkat asfiksia, apakah bayi mengalami asfiksia berat, asfiksia sedang, dan asfiksia ringan atau normal dapat dipakai penilaian APGAR.
A      Appearance (warna kulit)
P       Pulse (frekuensi jantung)
G      Grimace (kemampuan refleks)
A      Activity (tonus otot)
R      Respiration  (usaha bernapas)
  
Dibawah ini tabel untuk menentukan tingkat atau derajat asfiksia yang dialami bayi.
SKOR APGAR :
TANDA
0
1
2
Frekuensi jantung
Tidak ada
Kurang dari 100 per menit
Lebih dari 100 per menit
Usaha bernafas
Tidak ada
Lambat tidak teratur
Menangis kuat
Tonus otot
Lumpuh
Ekstremitas fleksi
Gerakan aktif
Reflek
Tidak ada
Gerakan sedikit
Gerakan kuat atau melawan
Warna
Biru atau  pucat
Tubuh kemerahan ekstrimitas biru
Tubuh kemerahan
 Apabila  nilai APGAR.
7-10      yaitu bayi yang mengalami asfiksia ringan atau dikatakan bayi dalam keadaan normal.
4-6        yaitu bayi yang mengalami asfiksia sedang.
0-3        yaitu bayi yang mengalami asfiksia berat.

c.       BBLR
BBLR adalah bayi baru lahir yang berat badannya 2500 gram atau kurang. Menurut WHO BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang atau sama dengan 2500 gram.
BBLR dapat disebabkan oleh  beberapa faktor yaitu :
Faktor ibu yang meliputi : penyakit ibu (toksemia gravidarum, pendarahan antepartum, trauma fisik dan psikologis, nefritis akut, serta diabetes melitus), usia ibu (usia ibu kurang dari 16 tahun, dan usia ibu lebih dari 35 tahun, serta multigravida yang jarak kelahirannya terlalu dekat), keadaan sosial (golongan sosial ekonomi rendah, dan perkawinan yang tidak syah), sebab lain (ibu yang perokok, dan ibu peminum alkohol, serta ibu pecandu narkotik).
Faktor janin, meliputi sebagai berikut : hidramnion, kehamilan ganda, kelainan kromosom
Faktor lingkungan, meliputi sebagai berikut : tempat tinggal dataran tinggi, radiasi, zat-zat racun.
Dalam Eka (2009) Di Indonesia kematian  neonatal disebabkan oleh BBLR sebanyak 29% dan insidensinya di rumah sakit berkisar 20%.

B.     Penyebab tidak langsung kematian neonatal
a.       Faktor ibu
1)     Usia ibu
Resiko kematian pada kelompok umur dibawah 20 tahun dan pada kelompok umur diatas 35 tahun adalah 3x lebih tinggi dari kelompok umur reproduksi sehat 20 sampai 34 tahun.
2)     Paritas
Paritas adalah jumlah persalinan yang pernah dialami wanita.
Menurut Wiknjosastro  (2006) paritas I dan paritas tinggi (lebih dari 3) mempunyai angka kematian maternal lebih tinggi. Lebih tinggi paritas, lebih tinggi kematian maternal.
3)     Penyulit dalam kehamilan atau persalinan
Penyulit dalam kehamilan atau persalinan yaitu :
a)      Hiperemesis gravidarum, adalah mual dan muntah yang berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena keadaan umumnya menjadi buruk karena, terjadinya dehidrasi.
b)      Toksemia gravidarum, adalah trias HPE (Hipertensi, Proteinurinia, edema), yang kadang-kadang bila keadaan lebih parah di ikuti oleh KK (kejang-kejang atau konvulsi dan koma).
c)      Abortus atau keguguran, adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan
d)     Kelainan letak kehamilan (kehamilan ektopik), adalah keadaan abnormal implantasi hasil konsepsi terjadi di luar endometrium rahim
e)      penyakit trofoblas, disebabkan oleh kehamilan yang berasal dari kelainan pertumbuhan trofoblas plasenta atau calon plasenta yang bersifat neoplasitik.
f)       Penyakit dan kelainan plasenta dan tali pusat, plasenta normal beratnya kira-kira 500 gram atau 1/6 dari berat badan janin, diameternya rata-rata 15-20 cm dengan tebal 2,5 cm.
g)      Air ketuban dan kelainan, asal air ketuban dari fetal urin, transudasi dari darah ibu, sekresi dari epitel amnion dan a mixed origin.
h)      Kehamilan ganda, adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih. Sejak ditemukan obat-obatan dan cara ovulasi maka dari laporan-laporan seluruh pelosok dunia, frekuensi kehamilan kembar condong meningkat bahkan sekarang telah ada hamil kembar lebih dari 6 janin.
4)     Cara persalinan
Cara persalinan ada 3 yaitu :
a)      Persalinan spontan yaitu  bila persalinan ini berlangsung dengan kekuatan  ibu sendiri dan melalui jalan lahir.
b)      Persalinan buatan yaitu sebaliknya bila persalinan dibantu dengan tenaga dari luar, misalnya ekstraksi dengan forceps, atau dilakukan operasi sectio caesarea.
c)      Persalinan anjuran yaitu berhubungan dengan tuanya umur kehamilan dan berat badan bayi yang dilahirkan.
Gawat janin atau kematian janin, tidak boleh merupakan penghalang untuk melakukan tindakan seksio sesaria, demi menjaga keselamatan ibu. Akan tetapi, gawat ibu terpaksa akan menunda tindakan seksio sesarea sampai keadaan ibu membaik, dan di dukung dengan fasilitas memungkinkan, maka jangan ragu-ragu untuk melakukan tindakan seksio sesarea.
b.      Faktor bayi
1)      Umur kehamilan ibu
Faktor usia kehamilan juga harus diperhatikan dalam kematian neonatal, sebagian besar bayi meninggal pada minggu pertama adalah bayi prematur karena morbiditas dan mortalitas neonatus tidak hanya tergantung pada berat badannya tetapi juga pada tingkat kematangan (maturitas) bayi tersebut. Hal ini penting dipikirkan karena ia berkaitan dengan kemampuan seorang bayi untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan di luar rahim ibunya. 
2)      Berat badan lahir bayi
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor terpenting kematian neonatal dan juga sebagai determinan yang cukup bermakna bagi kematian bayi dan balita. Menurut Chase, bayi lahir dengan BBLR memiliki kemungkinan untuk meninggal selama masa neonatal sebanyak 20-30 kali lebih besar dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan berat cukup

3 komentar:

  1. boleh minta daftar pustaka nya gx mbak??
    mksh sblmny..

    BalasHapus
  2. maaf mba, boleh minta daftar pustaka? tp per paragraf.
    Trima kasih banyak

    BalasHapus
  3. daftar pustakanya boleh minta dilampirkan ga?

    BalasHapus