SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI BLOG TAKIYA AZKAH

Kamis, 15 Desember 2011

Konsep Keluarga

Keluarga merupakan bagian dari manusia yang setiap hari selalu berhubungan dengan kita. Keadaan ini perlu kita sadari sepenuhnya bahwa setiap individu merupakan bagiannya dan di keluarga juga semua dapat diekspresikan tapa hambatan yang berarti.
Pembagian tipe keluarga bergantung pada konteks keilmuan danorang yang mengelompokkan. Secara tradisional keluarga dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1.      Keluarga inti (uclear family) adalah keluarga yang hanya terdiri ayah, ibu, dan anak yang diperoleh dari keturunannya atau adopsi atau keduanya
2.      Keluarga besar (extended family) adalah keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah (kakek-nenek, paman-bibi)
Di  Indonesia keluarga dikelompokkan menjadi lima tahap, yaitu :
1.      Keluarga prasejahtera. Keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar secara minimal, yaitu kebutuhan pengajaran agama, pangan, sandang, papan, dan kesehatan, atau keluarga, yang belum dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator keluarga sejahtera tahap I.
2.      Keluarga sejahtera tahap I (KS I) adalah keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar secara minimal, tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan sosial psikologisnya, yaitu kebutuhan pendidikan, keluarga berencana (KB), interaksi dalam keluarga, interaksi dengan lingkungan tempat tinggal, dan transportasi.
3.      Keluarga sejahtera  tahap II (KS II) adalah keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar secara minimal serta telah memenuhi seluruh kebutuhan kebutuhan sosial psikologisnya, tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan pengembangan, yaitu kebutuhan untuk menabung memperoleh informasi.
4.      Keluarga sejahtera tahap III (KS III) adalah keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan dasar,  kebutuhan sosial psikologis dan kebutuhan pengembangan, tetapi belum dapat memberikan sumbangan (konstribusi) yang maksimal terhadap masyarakat secara teratur (dalam waktu tertentu) dalam bentuk material dan keuangan untuk sosial kemasyarakatan juga berperan serta secara aktif dengan menjadi pengurus lembaga kemasyarakatan atau yayasan sosial. Keagamaan, kesenian, olahraga, pendidikan dan lain sebagainya.
5.      Keluarga sejahtera tahap III plus (KS III Plus) adalah keluarga yang telah memenuhi  seluruh kebutuhannya, baik yang bersifat dasar dan psikologis, maupun pengembangan serta telah mampuj memberikan sumbangan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.



Penduduk miskin di Indonesia telahd ada puluhan tahun yang lalu. Tahun 1970, proporsi penduduk miskin sekitar 60%, tahun 1996 menjadi 11%, dan tahun 1998 menunjukkan proporsi keluarga miskin meningkat kembali menjadi 39%. Survei Biro Pusat Statistikakhir Desember 1998 menunjukkan keluarga miskin sekitar 24,2%. Kecenderungan tingginya keluarga miskin di Indonesia akibat adanya krisis ekonomi yang melanda negara-negara Asia termasuk Indonesia.
Indikator keluarga miskin :
1.      Tidak bisa makan dua kali sehari atau lebih
2.      Tidak bisa menyediakan daging/ikan/telur sebagai lauk pauk palng kurang seminggu sekali.
3.      Tidak bisa memiliki pakaian yang berbeda untuk setiap aktivitas
4.      Tidak bisa memperoleh pakaian baru minimal satu stel setahun sekali
5.      Bagian terluas lantai rumah dari tanah
6.      Luas lantai rumah kurang dari delapan meter persegi untuksetiap penghuni rumah
7.      Tidak ada anggota keluarga berusia 15 tahun mempunyai penghasilan tetap
8.      Bila anak sakit/PUS ingin ber KB tidak bisa kefasilitas kesehatan
9.      Anak berumur 7-15 tahun tidak bersekolah.



Fungsi Keluarga :
Secara umum fungsi keluarga (Friedman, 1998) adalah sebagai berikut :
1.      Fungsi aktif  (the affective function). Adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang lain.
2.      Fungsi sosialisasi dan tempat bersosialisasi (sosialization and social placement fungction). Adalah fungsi mengembangkan dan tempat melatih anak untuk berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah utnuk berhubungan dengan orang lain di luar rumah.
3.      Fungsi reproduksi (the reproductive function), adalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.
4.      Fungsi ekonomi (the economic function), yaitu keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
5.      Fungsi perawatan/pemeliharaan kesehatan (the halth care function) yaitu fungsi untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas tinggi. Fungsi ini dikembangkan menjadi tugas keluarga di bidang kesehatan.


 Namun, dengan berubahnya pola hidup agraris mejadi industrialisasi, fungsi  keluarga dikembangkan menjadi :
1.      Fungsi ekonomi, yaitu keluarga diharapkan menjadi keluarga yang produktif yang mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya keluarga
2.      Fungsi mendapatkan status sosial, yaitu keluarga yang dapat di lihat dan dikategorikan strata sosialnya oleh keluarga lain yang berada di sekitarnya
3.      Fungsi pendidikan, yaitu keluarga yang mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar terhadap pendidikan anak-anaknya untuk menghadapi kehidupan dewasanya.
4.      Fungsi sosialisasi bagi anaknya, yaitu orang tua atau keluarga diharapkan mampu menciptakan kehidupan sosial yang mirip dengan luar rumah.
5.      Fungsi pemenuhan kesehatan, yaitu keluarga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kesehatan  yang primer dalam rangka melindungi dan pencegahan terhadap penyakit yang mungkin dialami keluarga.
6.      Fungsi religius, yaitu keluarga merupakan tempat belajar tentang agama dan mengamalkan ajaran keagamaan.
7.      Fungsi rekreasi, yaitu keluarga merupakan tempat untuk melakukan kegiatan yang dapat mengurangi ketegangan akibat berada di luar rumah.
8.      Fungsi reproduksi, bukan hanya mengembangkan keturunan, tetapi juga merupakan tempat mengembangkan fungsi reproduksi secara universal (menyeluruh), diantaranya : seks yang sehat dan berkualitas, pendidikan seks bagi anak, dan yang lain.
9.      Fungsi afeksi, yaitu keluarga merupakan tempat yang utama untuk pemenuhan kebutuhan psikososial sebelum anggota keluarga berada di luar rumah.
Indonesia membagi fungsi keluarga menjadi delapan dengan bentuk operasional yang dapat dilakukan oleh setiap keluarga (UU No. 10 tahun 1992 jo PP NO.21 tahun 1994), yaitu :
1.      Fungsi keagamaan
2.      Fungsi budaya
3.      Fungsi cinta kasih
4.      Fungsi perlindungan
5.      Fungsi reproduksi
6.      Fungsi sosialisasi
7.      Fungsi ekonomi
Tugas Keluarga Di Bidang Kesehatan
Sesuai dengan fungsi pemeliharaan kesehatan, keluarga mempunyai tugas di bidang kesehatan yang perlu dipahami dan dilakukan, meliputi :
1.      Mengenal masalah kesehatan keluarga. Kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang tidak boleh diabaikan karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak akan berarti dan karena kesehatanlah kadang seluruh kekuatan sumber daya dan dana keluarga habis.
2.      Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga. Tugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan siapa di antara keluarga yang mempunyai kemampuan memutuskan untuk menentukan tindakan keluarga.
3.      Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan. Sering kali keluarga telah mengambil tindakan yang tepat dan benar, tetapi keluarga memiliki keterbatasan yang telah diketahui oleh keluarga sendiri. Jika demikian anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan perlu memperoleh tindakan lanjutan atau perawatan agar masalah yang lebih parah tidak  terjadi.
Keluarga Sebagai Sistem
Pengertian sistem yang paling umum adalah kumpulan dari beberapa bagian fungsional yang saling berhubungan dan tergantung  satu dengan yang lain dalam waktu tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Alasan keluarga disebut sebagai sistem adalah sebagai berikut :
1.      Keluarga mempunyai subsistem anggota, fungsi, peran, aturan, budaya, dan lainnya yang dipelajari dan dipertahankan dalam kehidupan keluarga
2.      Terdapat saling berhubungan dan ketergantungan antar subsistem
3.      Merupakan unit (bagian) terkecil dari masyarakat yang dapat mempengaruhi supra-sistemnya.

Peran Keluarga :
1.      Provider : penyedia sandang, pangan, uang, papan
2.      Sosialisaszi peran keluarga dalam memperkenalkan dengan anggota keluarga yang lan
3.      Pengatur rumah tangga, sebagai pengatur tugas dalam  keluarga misal : membagi tugas dalam keluarga
4.      Peran persaudaraan
5.      Peran rekreasi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar